Fighter

Fighter

Lawwamah


Sesak dada dengan ratap rinduan,
Melihat jelma bayang tanpa kau,
Pilu,mangu,resah hatiku menjerit,bibir terbisu,
Kau harus pergi,
Aku harus relai.

Terbanyak muhasabah,
Kata hatiku kan ku rela,
Tapi mengapa mempertikai takdirMu masih bernada?

Tangis tak mampu menghilang resah,
Mengingati semuanya hanya membuat aku rebah,
Bagaimana mungkin untuk aku terus melangkah?

Cintaku pada sang SATU telah ku calar,
Setiap kali ku calar,mohon ampunan,dan ku calarkan semula,
Katanya aku cinta DIA,
Itu hanya dusta.
Tangisku,
Ratapku,
Madahku,
Janjiku,
Dusta semuanya.

Termangu sendiri melayan sepi,
Langit masih disitu,
Laguan cinta masih mendayu,
Kau cintaku masih tetap ku tunggu,
Bersama deraian air mata antara dua cinta.

Aku cintakan kau,
Aku cintakan KAU.

Terbelenggu.

Nabila Al-Khabbab
Oktober 15.


No comments:

Post a Comment